Hari ke-9, Tantangan 10 Hari Game Level 4 : Lukisan Abstrak Ala Aiko
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah..
Mak, siapa yang dirumah temboknya bersih? Cung...
Siapa yang punya lukisan mural didinding dari tangan pelukis cilik? Cung....😇
Toss kita mak.. 🙋
Tembok kamar ini layaknya kanvas bagi Aiko. Disana ia bisa menuangkan segala ekspresinya.
Pertama kali coret-coret tembok itu waktu dia belajar berdiri. Waktu itu ganti celana karena kena pipis, dia berdiri pegangan tembok. Ternyata tangannya masih pegang pencil warna. Sembari ummi gantiin celana malah dia asyik coret-coret ditembok. Dan keterusan sampai sekarang deh.
Kegiatan mencoret tembok ini sering menuai pro dan kontra. Kalau saya pendukung team yang pro, karena saya suka lihat tembok berseni. Itu tandanya rumah ini pernah punya anak balita yang aktif dan ceria 👶. Tembok mah bisa dicat ulang tapi tumbuh kembang dan kebahagiaan anak tak pernah terulang.
Setuju sama ulasan harian Tempo ini (https://www.google.co.id/amp/s/cantik.tempo.co/amp/777397/5-manfaat-corat-coret-bagi-anak), ada 5 manfaat yang diperoleh anak ketika mencoret tembok :
Pertama, gerakan menggenggam crayon atau pensil warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus yang dapat digunakan kelak saat ia belajar menulis. Kedua, dengan mencoret anak akan memiliki kosakata baru tentang warna dan bentuk. Ketiga, anak dilatih untuk membuat keputusan seperti apa yang ingin digambar atau apa yang ingin dia warna. Keempat, mampu meningkatkan fokus yaitu konsentrasi pada satu kegiatan saja. Dan kelima mampu mengembangkan kemampuan berinovasi dalam berseni dan menjalani kehidupannya kelak.
Nah, ternyata bejibun manfaatnya mak. Aiko pun senang sekali corat-coret ini. Walau menurut orang awam ini adalah lukisan benang kusut tapi dalam benak Aiko ini adalah suatu gambar nyata. Juga melatih dia berbicara serta menambah kosakata baru. Karena selama coret menyoret, terus bercerita.
"Ini beko..."
"Ini pus.."
"Ini mobil kaka Ila.."
"Ini dam trek.."
Selain ditembok, kami pun juga memfasilitasi Aiko untuk menuangkan imanjinasinya di buku. Jadi perlahan, dia paham kalau menggambar sebaiknya dikertas bukan di dinding.
Semoga kegiatan bermain ini mempunyai manfaat untuk kehidupannya kelak.
💟 Pengamatan gaya belajar kali ini adalah Aiko suka berbicara sendiri saat bermain (auditori), mengingat apa yang dilihat (visual) dan suka permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Salam sehangat pelukan ibu,
#harike-9
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Bismillah..
Mak, siapa yang dirumah temboknya bersih? Cung...
Siapa yang punya lukisan mural didinding dari tangan pelukis cilik? Cung....😇
Toss kita mak.. 🙋
Tembok kamar ini layaknya kanvas bagi Aiko. Disana ia bisa menuangkan segala ekspresinya.
Pertama kali coret-coret tembok itu waktu dia belajar berdiri. Waktu itu ganti celana karena kena pipis, dia berdiri pegangan tembok. Ternyata tangannya masih pegang pencil warna. Sembari ummi gantiin celana malah dia asyik coret-coret ditembok. Dan keterusan sampai sekarang deh.
Kegiatan mencoret tembok ini sering menuai pro dan kontra. Kalau saya pendukung team yang pro, karena saya suka lihat tembok berseni. Itu tandanya rumah ini pernah punya anak balita yang aktif dan ceria 👶. Tembok mah bisa dicat ulang tapi tumbuh kembang dan kebahagiaan anak tak pernah terulang.
Setuju sama ulasan harian Tempo ini (https://www.google.co.id/amp/s/cantik.tempo.co/amp/777397/5-manfaat-corat-coret-bagi-anak), ada 5 manfaat yang diperoleh anak ketika mencoret tembok :
Pertama, gerakan menggenggam crayon atau pensil warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus yang dapat digunakan kelak saat ia belajar menulis. Kedua, dengan mencoret anak akan memiliki kosakata baru tentang warna dan bentuk. Ketiga, anak dilatih untuk membuat keputusan seperti apa yang ingin digambar atau apa yang ingin dia warna. Keempat, mampu meningkatkan fokus yaitu konsentrasi pada satu kegiatan saja. Dan kelima mampu mengembangkan kemampuan berinovasi dalam berseni dan menjalani kehidupannya kelak.
Nah, ternyata bejibun manfaatnya mak. Aiko pun senang sekali corat-coret ini. Walau menurut orang awam ini adalah lukisan benang kusut tapi dalam benak Aiko ini adalah suatu gambar nyata. Juga melatih dia berbicara serta menambah kosakata baru. Karena selama coret menyoret, terus bercerita.
"Ini beko..."
"Ini pus.."
"Ini mobil kaka Ila.."
"Ini dam trek.."
Selain ditembok, kami pun juga memfasilitasi Aiko untuk menuangkan imanjinasinya di buku. Jadi perlahan, dia paham kalau menggambar sebaiknya dikertas bukan di dinding.
Semoga kegiatan bermain ini mempunyai manfaat untuk kehidupannya kelak.
💟 Pengamatan gaya belajar kali ini adalah Aiko suka berbicara sendiri saat bermain (auditori), mengingat apa yang dilihat (visual) dan suka permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Salam sehangat pelukan ibu,
#harike-9
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP




Comments
Post a Comment